Skip to main content

Posts

Showing posts with the label vietnam

Vietnam: Hello AS, ada masalah?

Mrs. Long sepertinya sudah masuk usia 60-an. Tetapi dia masih senang bergaul dengan penyewa kamarnya. Disapanya satu-satu mereka-mereka yang menginap. Bahkan, dia tanpa segan-segan memberi tahu lokasi-lokasi yang bisa dikunjungi, baik tempat wisata ataupun toko-toko yang menjual barang dengan kualitas dan harga yang bagus. Dicoret-coretnya kertas putih yang berisi peta HCMC. saya, Mrs. Long, Pipit. we'll definately stay at her guesthouse next time Berbekal secarik peta, saya dan teman seperjalanan, Pipit, memulai penjelajahan. Bermula dari pasar tradisional di samping hostel. Ternyata komoditas yang dijual di pasar tradisional Vietnam tidak berbeda jauh dengan apa yang ada di pasar kaget dekat rumah saya. Sayur, buah, hingga ikan segar sangat familiar. HCMC memang cukup menarik untuk dikelilingi. Gedung-gedung tua bertebaran di mana-mana. Sisa-sisa penjajahan Perancis masih terasa. Tetapi yang paling menarik perhatian saya adalah bagaimana kota ini sangat mengagung-ag...

Vietnam: I Am a Tourist!

Vietnam merupakan negara pertama yang saya sambangi. Sepertinya saya di sini hanya dua-tiga hari. Kota yang saya singgahi adalah Ho Chi Minh City (HCMC). Di kota inilah saya menjadi turis. Agak sedikit menyedihkan, sih, soalnya rencana saya awalnya tidak ingin menjadi turis, tapi yasudahlah. *** Tidak ada persiapan luar biasa yang saya lakukan sebelum keberangkatan. Hanya sedikit grasak-grusuk untuk urusan obat penghilang sakit kepala yang biasanya suka kambuh akibat pendingin udara pesawat udara. Butuh waktu hampir tiga jam untuk sampai di Tan So Nhat International Airport, Ho Chi Minh City. Pengelola hostel pernah menyarankan untuk memilih taksi yang bernama Vinasun. Tetapi, tidak jadi dipilih sebab ternyata hampir semua taksi pakai argo. Pilihan jatuh pada satu armada taksi yang saya lupa namanya. Ternyata si supir agak kurang baik. Di meter tercatat 135 ribu dong (VND), tetapi si supir meminta VND 200 ribu dengan alasan dia harus membayar VND 50 ribu setiap masuk ba...