Skip to main content

Vietnam: I Am a Tourist!


Vietnam merupakan negara pertama yang saya sambangi. Sepertinya saya di sini hanya dua-tiga hari. Kota yang saya singgahi adalah Ho Chi Minh City (HCMC). Di kota inilah saya menjadi turis. Agak sedikit menyedihkan, sih, soalnya rencana saya awalnya tidak ingin menjadi turis, tapi yasudahlah.

***
Tidak ada persiapan luar biasa yang saya lakukan sebelum keberangkatan. Hanya sedikit grasak-grusuk untuk urusan obat penghilang sakit kepala yang biasanya suka kambuh akibat pendingin udara pesawat udara.

Butuh waktu hampir tiga jam untuk sampai di Tan So Nhat International Airport, Ho Chi Minh City. Pengelola hostel pernah menyarankan untuk memilih taksi yang bernama Vinasun. Tetapi, tidak jadi dipilih sebab ternyata hampir semua taksi pakai argo.

Pilihan jatuh pada satu armada taksi yang saya lupa namanya. Ternyata si supir agak kurang baik. Di meter tercatat 135 ribu dong (VND), tetapi si supir meminta VND 200 ribu dengan alasan dia harus membayar VND 50 ribu setiap masuk bandara. Setelah beragumen harga bayaran hanya VND 50 ribu. Pelajaran pertama, pilih taksi yang bener aja deh, Vinasun salah satunya karena memang si pengemudi memang tidak neko-neko.

Penginapan yang jadi pilihan berada di district 1 tepatnya di jalan Pam Ngu Lau . Distrik tersebut memang lokalisasi para backpacker. Bila dibandingkan dengan rupiah memang cukup murah. Satu tempat tidur untuk berdua dilengkapi pendingin ruangan, kulkas, brangkas, dan kamar mandi hanya dibanderol sekitar USD 20. Sekadar saran saja sih, lebih baik membayar sewa kamar dengan USD dibanding VND agar tidak ada selisih kurs dan tidak banyak pecahan kecil yang tersisa, sebab agak sulit menukarnya di money exchange kecuali memang ingin mengoleksi.

Long Guesthouse dikelola oleh keluarga Long. Malam itu kebetulan menantu dari si empunya yang sedang bertugas, Kam. Segelas air teh dingin dan sepiring nanas potongan menjadi hidangan sambutan malam itu. Teh yang disajikan cukup unik. Ternyata teh tersebut tidak istimewa-istimewa banget (hampir seluruh warga HCMC tau bikin teh macam ini), hanya green tea yang diseduh berbarengan dengan daun pandan tua yang sudah didiamkan semalaman. Tapi, rasanya nikmat dan mudah dibuat pula.

teh hangat nikmat dan mie vegetarian ala Long Guesthouse
 Perut sudah mulai berbunyi.waktunya untuk makan Pho yang terkenal itu. Ternyata Pho dapat disajikan dengan berbagai macam kuah: bening  atau berbumbu kuat seperti kari. 



Saya pilih yang berkuah bening, soalnya saya tidak tahan dengan aroma bumbu yang terlalu kuat, khawatir mual. Kalau pernah menghirup aroma kuah bakso yang diberi potongan tulang sebagai penguat rasa dan aroma, pasti dapat membayangkan rasa pho pilihan saya malam itu. Semangkuk pho yang disajikan dengan toge mentah ini ternyata hanya 25 ribu VND. Menurut saya sih lumayan murah, soalnya potongan daging sapinya itu enggak kira-kira banyaknya.

Ben Thanh Market sangat tidak direkomendasikan
bagi mereka yang mudah kalap
Biaya hidup di HCMC, atau mungkin di seluruh Vietnam, tergolong murah bagi kantong saya. Sempat saya pergi ke pasar malam sekitar Ben Thanh Market, sebuah tas jinjing beroda hanya ditawarkan 500 ribu VND atau sekitar 250 ribu IDR (sebelumnya ditawarkan 1,2 juta VND sebelum si penjual banting harga karena saya tidak mau menawar). Saya yakin, kalau saya buka tawaran di harga 350-400 VND tas bermotif peta dunia berbahan semi kulit itu akan jadi milik saya. Saran berikutnya: berani tega saat menawar di pasar, terutama di Ben Thanh Market sebab harga yang mereka tawarkan memang sadis mahal.

*to be continued

Comments

Popular posts from this blog

Di Puncak Tangga

Tik..tok..tik..tok... Enggak berasa nih kawan, dah hampir kelar semester tujuh. Semester delapan tinggal beberapa waktu lagi masuk ke dalam kehidupan kita. Dapat dipastikan dengan masuknya semester delapan kita makin sibuk dengan urusan masing-masing. Yang kecil pasti sibuk dengan urusan job tre-nya. Yang cowok pun sepertinya demikian. Yang jilbab gw kurang ngerti neh dia sibuk job tre, kuliah, atau keduanya. Sedangkan jilbab yang lain pasti sibuk dengan organisasinya dan dibantu oleh si pasangan hidupnya. Teman sejawatnya. Sedangkan yang gingsul, rambut panjang, rambut pendek kaca mata, dan gw pasti sibuk dengan kuliah dan job tre. Kalau gw sih ada tambahannya, yaitu bersenang-senang. Hehehe...aku akan menikmati semester besok yang tidak banyak kuliah. Yihaa....setidaknya dengan sedikit kuliah gw bisa mengerjakan sesuatu yang gw dah dari dulu pengen dilakuin. Asik..asik... Tetapi yang jadi masalah gw mesti bersenang-senang sama siapa. Toh, lo semua aja mungkin sibuk dan entah ada di m...
"Dear boys, be the guy you would want your daughter to be with." .: unknown :. Me: the question is what if the boy doesn't want any kid? Her: let's the universe conspire to help us stay away from that kind of boy

Kekasih Hati

malam itu lah malamku ketika aku bertemu denganmu dalam hati ku tersedu tanganku tergenggam menahan haru mataku tak lepas darimu walaupun ku sendiri ragu bunga menebar sejuk wewangian malam itu ku tak mampu menahan rasa yang tak menentu lalu muncullah rasa di dalam benakku ku tak pantas memandangi wajahmu rindu itu belum hilang walau pertemuan itu terkenang dalam hatiku berdoa jangan sampai aku pernah terlupa padamu penjaga hidupku tak pernah meninggalkan aku Sewaktu membaca lirik dan mendengarkan lagu “Bunga di Malam Itu”, gw ngerasa “ God , ni lagu pas banget sama apa yang gw rasain”. Berkali-kali lagu ini terus gw puter. Berhari-hari lagu ini gak keluar dari playlist lagu gw. Sumpah! lagu ini bisa jadi gambaran apa yang sedang gw rasakan saat-saat ini. Kalo boleh berlebihan, lagu ini bisa jadi original soundtrack hidup gw (lebaiiiiiiii.....). Nah, karena tidak puas dengan membaca lirik tersebut akhirnya gw mencari tahu te...