“Okay jam sepuluh yah. Di halte brimob aja? Okey..okey...” Akhirnya jadi juga saya berkeliling Jakarta. Kalimat di atas merupakan cuplikan percakapan saya dengan Ilham per telepon. Sebenarnya saya tak tahu hari itu akan di ajak ke mana oleh teman seperjuangan masa SMA saya itu. Yang saya tahu cuma diajak untuk merasakan empuknya motor si abang itu, katanya masih baru. Saya pun cuma tahu kalau akan ke Kota Tua dan disuruh berpenampilan asik juga tak lupa membawa kamera. Sisanya Ilham yang mengatur. Saya menurut saja, toh saya diajak. Okeeyyy,,,saya sampailah di lokasi yang sudah dijanjikan sebelumnya. Tapi,,,,ehhmmm,,,loh kok Ilham belum ada, padahal saya pikir saya sudah telat. Tapi, oh itu dia motor berwarna merah menghampiri. Saya bergeming, tak mungkin Ilham pakai motor macam itu, saya bercakap dalam hati. Tapi,,,eh iya itu benar Ilham. Wah,,,motor dan helm itu sangat membantu penampilan temanku yang satu ini. “Udah,,udah,,,jangan dibuka helm dan tidak usah turun dari motor. Nan...