Tuhan pasti sangat sayang sama makhluk ciptaanya yang satu ini (baca: Efi). Bukan suatu hal yang istimewa kalau saya selalu berusaha menyebrangi batasan. Bukan bermaksud menantang, tapi lebih karena ingin merasakan sensasi perasaan. Kalau mau mengutip pernyataan Guido tentang saya, "Your body and soul just want an experience."
Guido ada benarnya juga, usia saya sebenernya udah enggak bisa dibilang muda. Tapi, dikarenakan minim pengalaman terkadang saya suka salah bertindak. Ingat apa yang dibilang orang-orang? 'practice makes perfect', itulah yang akan saya lakukan.
Sayangnya kesempatan berpengalaman jarang sekali datang. Kalaupun ada, dia pasti selalu berakhir tidak seperti yang saya mau. Pengalaman yang belum lama terjadi bikin semangat saya turun. Setelahnya, nampak secercah harapan. Tetapi, seperti yang sudah ditakdirkan akhirnya tidak berujung baik.
"Life is dull. Life is full of pain. Maybe this is a chance for something special"
A slightly chance was coming. Ekspektasi saya tidak besar, toh, dia datang hanya menawarkan pelajaran bahasa gratis. Saya sok bersikap sebagai murid profesional, belajar, belajar, dan belajar. Kesempatan yang kali ini datang cukup menyenangkan. Saya panggil dia Maestro, guru dalam bahasa spanyol.
Pertemuan dengan Maestro tidak banyak. Tetapi, sikap profesional saya sebagai murid teladan cepat luntur dikarenakan beberapa alasan; saya malas bersikap manis dan saya lebih nyaman mendapat partner ngobrol ketimbang guru.
One thing led to another. We, err...I started to flirt. Sedikit saja, sumpah. Walaupun tingkat sensitivitas saya berada di kasta terbawah, saya yakin dia pun sedang 'meraba-raba pasar', untung bagus kalau enggak, ya, tidak masalah.
Pengalaman yang menyenangkan dengan Maestro. Kami bisa menggembel bersama, jarang saya bisa temukan yang semacam dia. Kebanyakan yang biasa saya temui sangat fancy dan wangi.
The touch, the whisper, the hug, the laugh, the talks, the jokes are simple yet fun. Fun, that is exactly the words am looking for and need. I want something more. He said every women, including me, are naughty by nature, well I want to prove it.
Berbekal pengalaman yang terjadi dengan Jamie, saya pun tidak mau kesempatan kali ini berakhir sama. Tetapi, memang masih disayang Tuhan, no matter how much we want each other, nothing happened.
Kami berpisah jalan di tangga penyebrangan Dukuh Atas. Pelukan 'sampai jumpa' malam itu, membuat semuanya luluh. Yes, I wanted some more fun. But, nothing we could do. The place and situation didnt help us at all. We just heading our way back home.
"Hope you didn't feel I played with you...bla...bla...I felt attracted with you and that is why I treated you like I did...bla...bla...bla.. but I have unfinish thing with my ex," kata Maestro dalam pesan singkat yang dia kirimkan. Saya cuma bisa, "yah sudahlah. Mau bagaimana lagi, ceritanya hanya bisa sampai di sini,".
Guido pernah bilang, "with a single nod you can get any guy you want,". Tapi rasanya, dia lupa bilang 'cateris paribus' sebelum mengeluarkan pernyataan itu.
Published with Blogger-droid v2.0.4
Comments
Post a Comment
thank you for reading and feel free to comment :)