Skip to main content

mencoret

Sudah beberapa waktu mendapatkan informasi soal akan diberhentikannya fasilitas media sosial yang selama ini diberikan Multiply. Namun, pemberitahuan resmi dari staff mereka yang baru saya baca beberapa waktu lalu, seakan-akan terkesan saya tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya. 

Rasanya ingin menangis. Tanpa alasan. Meskipun saya punya akun di dua fasilitas bloging yang berbeda, namun sedih rasanya kalau barisan kata yang telah dibuat (walau kebanyakan curhatan yang tidak terlalu penting bagi orang) harus dihapus.

Mungkin saya masih bisa bernapas lega karena sebagian dari coretan yang pernah saya publikasikan di Multiply saya gandakan di laman daring ini. Saya buka kembali beberapa arsip tulisan dari beberapa masa lalu, serasa terhisap ke dalam putaran arus yang membawa saya ke masa lalu. Sensasinya tidak jauh berbeda dengan membuka album foto lama kita.

Pernah seorang bijak bilang (saya lupa redaksional persisnya), "dengan membangun The Great Wall, orang Cina dulu telah membuktikan bahwa mereka akan mewarisi sesuatu kepada penerusnya." Bagi saya, menulis (termasuk yang remeh temeh) pun memiliki makna yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para nenek moyang bangsa Cina tersebut.

Mari semangat menulis.....

Comments

Popular posts from this blog

Di Puncak Tangga

Tik..tok..tik..tok... Enggak berasa nih kawan, dah hampir kelar semester tujuh. Semester delapan tinggal beberapa waktu lagi masuk ke dalam kehidupan kita. Dapat dipastikan dengan masuknya semester delapan kita makin sibuk dengan urusan masing-masing. Yang kecil pasti sibuk dengan urusan job tre-nya. Yang cowok pun sepertinya demikian. Yang jilbab gw kurang ngerti neh dia sibuk job tre, kuliah, atau keduanya. Sedangkan jilbab yang lain pasti sibuk dengan organisasinya dan dibantu oleh si pasangan hidupnya. Teman sejawatnya. Sedangkan yang gingsul, rambut panjang, rambut pendek kaca mata, dan gw pasti sibuk dengan kuliah dan job tre. Kalau gw sih ada tambahannya, yaitu bersenang-senang. Hehehe...aku akan menikmati semester besok yang tidak banyak kuliah. Yihaa....setidaknya dengan sedikit kuliah gw bisa mengerjakan sesuatu yang gw dah dari dulu pengen dilakuin. Asik..asik... Tetapi yang jadi masalah gw mesti bersenang-senang sama siapa. Toh, lo semua aja mungkin sibuk dan entah ada di m...
"Dear boys, be the guy you would want your daughter to be with." .: unknown :. Me: the question is what if the boy doesn't want any kid? Her: let's the universe conspire to help us stay away from that kind of boy

Kekasih Hati

malam itu lah malamku ketika aku bertemu denganmu dalam hati ku tersedu tanganku tergenggam menahan haru mataku tak lepas darimu walaupun ku sendiri ragu bunga menebar sejuk wewangian malam itu ku tak mampu menahan rasa yang tak menentu lalu muncullah rasa di dalam benakku ku tak pantas memandangi wajahmu rindu itu belum hilang walau pertemuan itu terkenang dalam hatiku berdoa jangan sampai aku pernah terlupa padamu penjaga hidupku tak pernah meninggalkan aku Sewaktu membaca lirik dan mendengarkan lagu “Bunga di Malam Itu”, gw ngerasa “ God , ni lagu pas banget sama apa yang gw rasain”. Berkali-kali lagu ini terus gw puter. Berhari-hari lagu ini gak keluar dari playlist lagu gw. Sumpah! lagu ini bisa jadi gambaran apa yang sedang gw rasakan saat-saat ini. Kalo boleh berlebihan, lagu ini bisa jadi original soundtrack hidup gw (lebaiiiiiiii.....). Nah, karena tidak puas dengan membaca lirik tersebut akhirnya gw mencari tahu te...