Skip to main content

Posts

surat untuk Pengajar Muda

S urat ini merupakan res pon dari pesan dari seroang Pengajar Muda yang meminta masyarakat Indonesia mengirimkan Surat Semangat untuk anak didiknya di sebuah desa di Muara Enim, Sumatera Utara. Surat sudah saya kirimkan kepada yang bersangkutan.    Halo..Halo Prawindra Putri Anzari atau yang biasa dipanggil Moo. Apa kabarkah? Masih dingin di Danau Gerak? Perkenalkan saya Efi. Saya dapat terusan pesan dari teman soal permintaan untuk mengirimkan ¨Surat Semangat¨ untuk 170 siswa tempat kamu mengajar. Saya coba-coba cari nama kamu di google dan akhirnya menemukan profil FB kamu. Kamu mungkin sudah tahu kalau aksi Surat Semangat sudah menjalar kemana-mana. Bahkan, kalau lihat dari foto yang kamu upload di FB sudah ada surat yang datang dari beberapa negara di luar negeri. Hebat sekali pesan kamu bisa menggerakan banyak orang untuk memberikan motivasi buat teman-teman di Danau Gerak. Saya pun ikut tergerak untuk mengirim surat. Tetapi bukan untuk anak-anak S...

current project

Before leaving home, I told my friend to make a memento for our journey. We share something in common, we are leaving the country, both with different destinations and purposes. Also, we are Minang, we raised with the concept of "merantau" not literally meaning for "traveling". Mostly Minang guys will do that. Leave all things behind and start to experience something new in life. Well, they all thinks merantau is guy thing, but we, women, also want to experience that.  So, one thing led to another and we decided to take notes of the journey in order to make me smile when looking back at it. If you guys want to check please go this www.raunround.wordpress.com . It is in Bahasa Indonesia because we want to keep the culture along where ever we go, Enjoy!

Are You Sure You Are Pretty?

We all know that the media always has their own perspective about the perfect girl/woman. But, I hope you will not get bored if I tell you how media in Indonesia always change their ideal girl/woman. For the past, maybe, 10-15 years, media in Indonesia changed the criteria of beauty several times. No matter how many times it changes, I’ve never matched their criteria. When I was 10-12 years old, there was one commercial that I still remember untill now. There were twin girls, Santi and Sinta. They were walking by the beach, but Santi didn’t feel comfortable to walk with her sister. The main reason is she is not as white as Sinta. All eyes (read: boys) are on Sinta. The commercial never mentioned wether one of their parents are darker than others. The reason Sinta has a flawless white skin is she uses whitening lotion on a daily basis. Sinta shares her secret, in four weeks people can’t tell which one is Santi or Sinta. Both girls have white skin, Santi’s confident spike u...

veinti ocho

Another number to add. This time I kinda relax to face it. No excited feelings, nor ignore the date. It came all natural. Just want to take a moment of silent for meself. Some big steps in life I've already taken before this number came. I am now, living mylife as an expats, a little wish I whispered ages ago. I left family back home, so it let me feel homesick of being around them. The bold note for this time is I am in the country I have longed since years ago, India. One time I told myself to add the number in India. And, here I am. How wonderful life is. Especially when the love one is there next to me. I want a memento, a present for me. I will have it later and keep you updated. Namaste.

berbahagialah dengan pilihanmu

Seorang teman mempertanyakan pilihan saya. Bukan, hal itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan urusan pilpres. Ia mempertanyakan pilihan saya untuk menjalin hubungan dengan pasangan saat ini. Dibilangnya karena masa depan yag tidak pasti, mengapa saya mau menghabiskan waktu dengan pasangan yang penghidupannya saat ini masih labil. Berbeda dengan pria pujaanya yang memiliki penghidupan ,saat ini, yang layak. Hal yang sama diharapkan terjadi pada masa depan. Sebenarnya dia tidak membandingkan kantong pasangan siapa yang paling tebal, tetapi mempertanyakan ketidaksukaan saya pada pria-nya. Saya pun beralasan bahwa pujaannya itu berkelakuan buruk pada saya, kalaupun saya mendukung hubungan mereka lebih karena si teman terlihat bahagia berpasangan dengan pria itu. Saya agak merenung dan mengulang kembali ucapan teman, "penghidupan pria-mu tidak stabil, berbeda dengan pria saya yang pekerjaannya mapan". Apakah saya salah menentukan pilihan?  Saya termasuk p...

saya suka sumba

Terus terang pemahaman saya soal Sumba sangat minim. Ah, lebih baik anggap saja tidak punya pengetahuan apa-apa. Tetapi saat mendengar nama Sumba disebut, imajimasi saya berada di dataran hijau dan banyak kuda berlarian di permukaannya. Hahaha...jangan-jangan imajinasi tentang kuda karena promosi susu kuda liar yang memang terkenal dari Nusa Tenggara. Kemarin saat berpikir tentang rumah masa depan, Sumba kembali hadir dalam pikiran. Entah mengapa saya pun menuliskan nama itu di buku catatatan. Saya jadikan itu sebagai mantra. Berharap jampi itu cukup kuat untuk membawa saya ke timur.  Sehari setelah mantra dirapal, saat mengecek lini masa instagram, sebuah posting dari akun evacelia membuat saya semakin yakin akan Sumba. Lihat saja koleksi foto evacelia di Sumba. Keduanya sungguh cantik. Sumba sangat memesona, magis, dan mistis. Feeling saya akan tempat bagus masih berfungsi ternyata. See you soon, Sumba! 

Indonesia tidak ada apa-apanya

Seseorang pernah berpendapat "Sepertinya negara-negara di Asia Tenggara iri dengan Singapura." Entahlah apa maksudnya, mungkin berdasarkan pengamatannya Indonesia, termasuk bagian dari Asia Tenggara, cukup tertinggal dengan negara mungil yang ultra modern, rapi, disiplin, dan bersih itu. Tentu saja saya tidak bisa terima, berbusa-busa menyebutkan keunggulan Indonesia dibanding negeri seberang tersebut. Disebutnya saya Indonesia-sentris. Apa iya? mungkin juga. Lah seumur hidup saya hanya tinggal di Indonesia, belum pernah intip-intip atau memahami lebih dalam negeri lain. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin dia ada benarnya juga. Apalah yang bisa dibanggakan dari tanah kelahiran saya, lihat saja sampah tersebar dimana-mana, tidak teratur, kerap melanggar aturan, korupsi, dan tidak banyak di antara kami yang mahir berbahasa Inggris. Saya pernah ke Singapura, hanya sebentar dan itu pun urusan pekerjaan dan mengunjungi teman. Terus terang pada kunjungan pertama saya k...